VIVAnews - Maladewa yang terkenal sebagai tujuan wisata pantai dan penyelaman, di Samudra Hindia, mendeklarasikan keadaan darurat. Langkah ini diambil setelah kebakaran yang terjadi pada fasilitas pengolahan air bersih, menyebabkan krisis persediaan air minum.Dilansir dari Reuters, Jumat, 5 Desember 2014, Maladewa telah meminta bantuan dari India, Sri Lanka, Amerika Serikat (AS) dan China. Seorang menteri, Mohamed Shareef, mengatakan sekitar 100.000 jiwa di Ibu Kota Male tidak memiliki air minum.Sedikitnya 30 persen dari produk domestik bruto (PDB) Maladewa, berasal dari industri pariwisata. ...
Read More http://ift.tt/1tQd4Vb