VIVAnews - Tercecernya harga minyak dunia menimbulkan kekhawatiran pada pertumbuhan ekonomi global. Tak sedikit negara yang ekonominya terpeleset harga minyak. Dari dalam negeri, kinerja rupiah tak menggembirakan. Malah, beberapa hari ini nilainya hampir mendekati angka Rp13.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Memang, Rabu pagi, 17 Desember 2014, rupiah diperdagangkan pada level Rp12.720 atau menguat 180 poin dibanding transaksi kemarin. Senada dengan rupiah, dolar Australia juga jatuh. Bahkan, kemarin, mata uang bersimbol AUD ini jatuh ke titik terendah sepanjang empat tahun terakhir. ...
Read More http://ift.tt/1vYgxkh