Jakarta (Antara) - Bank Indonesia menilai pelemahan nilai tukar rupiah dalam dua pekan terakhir relatif masih wajar dan sesuai dengan fundamental ekonomi Indonesia saat ini. "Yen saja melemah 15 persen, mata uang Malaysia melemah 6 persen-7 persen. Jadi, hal yang wajar kalau rupiah melemah sekitar 2 persen," kata Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara di Jakarta, Jumat. Mirza menuturkan, dolar AS kini memang menguat terhadap sebagian besar mata uang negara lain akibat membaiknya perekonomian negara adikuasa tersebut. ...
Read More http://ift.tt/1yHR59L